Minggu, 17 Mei 2020

MATERI PEMBELAJARAN : HUBUNGAN MAKNA KATA



Pengertian : 

    Hubungan Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia adalah setiap kata atau gabungan beberapa kata memiliki makna yang berbeda. Makna ini tergantung pada pengucapan, penyusunan kata, atau penggunaan kata dalam suatu kalimat. Berbagai makna kata yang timbul ini kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan hubungannya masing-masing. Macam-macam hubungan makna kata tersebut adalah sinonim, antonim, polisemi, homonim, hiponim dan hipernim, homograf, homofon, dan metonimia.

Macam Macam : 

1. Sinonim

Sinonim sendiri adalah kata yang memiliki bentuk yang berbeda akan tetapi mempunyai kemiripan arti. Kata-kata sinonim dapat saling menggantikan satu sama lain.


Contoh :

Target = Sasaran
Sukar = Sulit
Mempunyai = Memiliki
Ahli = Pakar
Agunan = Jaminan
Asa = Harapan
Bisa = Dapat
Daur = Siklus
Ekonomis = Hemat

Endemi = Wabah

2. Antonim


Antonim seringkali disebut dengan lawan kata. Hubungan makna ini digunakan untuk menyatakan hubungan makna yang berlawanan terhadap suatu kata. 


Contoh :

Abadi >< Fana
Aktual >< Basi
Anomali >< Normal
Deduksi >< Induksi
Gagal >< Berhasil
Bersih >< Kotor
Besar >< Kecil
Macet >< Lancar
Mayor >< Minor

Pro >< Kontra


3. Polisemi


Polisemi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan kata yang memiliki banyak makna. Makna ini bergantung pada konteks kalimat atau pola kalimat.


Contoh :

No.

Kata

Kalimat

Makna

1.

Kepala

Kepala ayah terasa sakit sejak tadi pagi.

Bagian tubuh

Warga menuntut pertanggungjawaban kepala desa atas korupsi yang dilakukannya.

Pemimpin desa

Budi memang anak yang kepala batu.

Sebagai kiasan

2.

Akar

Kelapa memiliki akar serabut.

Bagian pada tumbuhan

Akar keributan ini hanyalah karena salah paham.

Awal mula, penyebab

Kakiku sudah mengakar karena menunggumu sedari tadi pagi.

Kaku, susah bergerak

3.

Darah

Kakak membutuhkan transfusi darah golongan AB secepatnya.

Arti sebenarnya

Ayah berkata kita masih keturunan darah biru.

Sebagai ungkapan atau kiasan

4.

Ekor

Adik selalu saja mengekor kemana ibu pergi

Mengikuti, membuntuti

Aku tidak sengaja menginjak ekor kucing itu.

Arti sebenarnya

Ekor mataku tidak pernah kedutan selama ini.

Sebagai ungkapan atau kiasan

5.

Buah

Konon, ibu hamil tidak diperbolehkan makan buah nanas.

Arti sebenarnya

Aku selalu menunggu buah tangan dari ayah selepas pulang kantor.

Sebagai ungkapan atau kiasan

Mereka kini mendapat buah dari kekejaman mereka kepada anak yatim.

Hasil


4. Homonim 


Homonim diartikan sebagai kata yang memiliki penulisan dan pengucapan yang sama akan tetapi maknanya berbeda. Perbedaan kata homonim akan terlihat jelas jika sudah diaplikasikan dalam sebuah kalimat.


Contoh : 

1. Bisa (racun) dan Bisa (dapat)

Ex : Bisa ular king cobra itu bisa membunuh orang setiap terkena gigitannya.


2. Malang (nasib) dan Malang (kota)

Ex : Malang sekali diriku ini menjadi salah satu jomblo ngnes di kota Malang yang dingin ini.


5. Hiponim & Hipernim


Hiponim dan Hipernim saling berkaitan satu sama lain.

Arti Hiponim adalah kata khusus.
Arti Hipernim adalah kata umum. 

Contoh : 
1. Di laut Papua terdapat berbagai jenis ikan seperi ikan pari, hiu, paus, salmon, tuna dan lain-lain.

- Hiponim : ikan pari, ikan hiu, ikan paus, ikan salmon, ikan tuna

- Hipernim : ikan


2. Di rumah Andi terdapat berbagai macam kendaraan seperti sepeda motor, mobil, becak, dan truk.

- Hiponim : Sepeda motor, mobil, becak,dan truk.

- Hipernim : Kendaraan.


6. Homograf 


Homograf adalah semua kata yang ejaannya sama akan tetapi berbeda pada pengucapannya.


Contoh : 

1. Tahu ( Mengerti ) dan Tahu ( Makanan )

Saya tahu kalo sumber protein nabati bisa didapat dari tahu dan tempe.
Kata “tahu” yang pertama berarti mengetahui atau mengerti, sedangkan “tahu” yang kedua adalah makanan.


2. Mental ( Psikologis, Pikiran ) dan Mental ( Terpelanting )

Karena kalah mental terlebih dahulu, petinju Meksiko itu langsung mental keluar ring setelah terkena satu pukulan dari Crish John.

Kata “mental” yang pertama itu berarti psikologis atau pikiran, sedangkan “mental” yang kedua berarti jatuh keluar ring


7. Homofon 


Homofon diartikan sebagai kata yang mempunyai lafal yang sama tetapi berbeda dalam hal ejaan dan maknanya. Hal ini sesuai dari asal katanya yaitu “homo” yang berarti sama, dan “foni” yang berarti bunyi


Contoh :

1. Bank (tempat menyimpan uang) dan Bang (panggilan untuk kakak)

-Aku lebih suka menabung di bank daripada menabung dalam celengan.
-Bang gopal berkeliling kampung untuk menjaga keamanan desa.

2. Tank (kendaraan perang) dan Tang (alat pekakas)

-Indonesia menciptakan peralatan tempur tank amfibi yang bisa berjalan di air

-Ayah mencabut paku dari tembok menggunakan tang.







2 komentar: